Penulis: Dr. Suryanti, M.Kes, MPd.Ked, PhD, FIHFAA., Dr. Hamzah, dr., Sp.An-TI., KNA., KIC(K)

Desain Cover: Umar Sidik
Proofreader: Nikolaus Rendi P. Hadi
Editor: Aninda Arya Sumbaga
Ukuran: xii, 143 xii, 143 hlm, UK: 15, 5 x 23 cm

ISBN: 978-634-04-9622-2

Harga: Rp. 204,000

Category: Kedokteran Umum & Sains dan Teknologi

Perkembangan paradigma Outcome-Based Education (OBE) memberikan kerangka konseptual yang kuat untuk menjawab tuntutan tersebut. Pendekatan ini menempatkan capaian pembelajaran sebagai titik tolak desain kurikulum, sehingga seluruh komponen pendidikan, mulai dari profil lulusan, struktur kurikulum, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen dirancang secara selaras untuk memastikan tercapainya kompetensi profesional yang diharapkan. Dalam pendidikan kedokteran, paradigma ini berkembang lebih lanjut melalui pendekatan Competency-Based Medical Education (CBME), yang menekankan pembentukan kemampuan klinis, profesionalisme, komunikasi, serta tanggung jawab sosial dokter secara terintegrasi.
Namun demikian, implementasi OBE dalam pendidikan kedokteran tidak selalu sederhana. Banyak institusi telah merumuskan capaian pembelajaran secara formal, tetapi masih menghadapi tantangan dalam menerjemahkannya ke dalam organisasi kurikulum, strategi pembelajaran, serta sistem asesmen yang benar-benar selaras dan operasional. Pada titik inilah pendekatan programmatic assessment
memperoleh relevansinya. Dengan memandang asesmen sebagai proses pengumpulan bukti kompetensi secara longitudinal dan multimodal, programmatic assessment memungkinkan pengambilan keputusan akademik yang lebih kredibel, adil, dan bermakna bagi proses pembelajaran mahasiswa.
Buku ini disusun sebagai upaya untuk menjembatani kerangka konseptual tersebut dengan praktik penyusunan kurikulum pendidikan dokter di Indonesia. Melalui pendekatan yang sistematis, buku ini menguraikan transformasi paradigma pendidikan kedokteran, prinsip-prinsip Outcome-Based Education, proses perumusan profil lulusan dan capaian pembelajaran, organisasi kurikulum berbasis kompetensi, hingga pengembangan sistem asesmen yang terintegrasi melalui pendekatan programmatic assessment. Pembahasan juga dilengkapi dengan perspektif tata kelola dan penjaminan mutu, sehingga kurikulum tidak hanya dirancang secara akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan secara institusional dan berkelanjutan.
Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan konseptual sekaligus praktis bagi pimpinan fakultas kedokteran, pengelola program studi, tim pengembang kurikulum, pendidik klinis, serta para akademisi yang terlibat dalam pengembangan pendidikan kedokteran. Lebih dari itu, buku ini juga diharapkan dapat memperkaya diskursus akademik mengenai desain sistem pendidikan dokter yang selaras dengan tuntutan regulasi nasional, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebutuhan sistem kesehatan masyarakat.